Bab [47] Barang-barang Kotor

Dengan mata yang besar dan berkaca-kaca, ia menatap Arya Pratama, menampakkan ekspresi yang begitu rapuh dan mengundang iba.

“Kak Arya lebih percaya sama Mbak Maya daripada aku, ya? Makanya kontrak itu ditahan?”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Kak Arya kan biasanya selalu profesional, kena...

Masuk dan lanjutkan membaca