92 - Malam untuk Diingat, Bagian II

Para pengawal di depan pintu ruang makan menatapku, alis mereka terangkat. Salah satunya buru-buru memalingkan wajah dan aku hampir yakin kulihat ia sempat membetulkan celananya. Pipi-ku langsung panas.

Mereka membukakan pintu, dan aku melangkah masuk. Jason yang pertama menengadah, dan aku nyaris ...

Masuk dan lanjutkan membaca