Bab 22

Dia menatap lurus ke depan dengan lengan terentang, menembaki siapa pun yang ada di sana.

Jantungku berdegup kencang.

Bergetar.

Menari.

Melompat kegirangan.

Aku... aku ini...

Aku bodoh! Kita lagi di tengah keributan, astaga!

Keributan terbaik yang pernah ada. Bobot tubuhnya pas—SEMPURNA.

S...

Masuk dan lanjutkan membaca