Bab 86

“Seberapa pun manisnya sesuatu yang terlarang, tetap ada hukumannya,” katanya, menatapku tajam.

Rasa ngeri menyapu sekujur tubuhku ketika Don memenuhi kepalaku.

“Bahkan dari awal pun nggak ada ampun,” tambahnya, lalu menyunggingkan senyum miring.

Apa-apaan, demi Tuhan?

“Ehm, sudah cukup. Terima ...

Masuk dan lanjutkan membaca