Bab 125: Pertanda

"Hei Sayang, lagi ngapain?" Suara Rania terdengar samar, mulutnya penuh. Pasti dia sedang mengunyah permen. Nadanya terdengar manja dan menggoda.

Dimas, dasar lelaki yang suka iseng, menyeringai lebar. "Tumben nelpon jam segini? Mau ngajak makan siang?"

Rania terkikik pelan. "Enggak ah, lagi nggak...

Masuk dan lanjutkan membaca