Bab [140] Tidak Merepotkan Lagi

Tiga detik kemudian, ia melangkah lebar menaiki tangga.

Indira Yanwar tertegun sejenak, lalu buru-buru menyusul. Mereka berdua langsung menuju kamar Dokter Suci.

Sunyi senyap. Ruangan itu kosong melompong.

Selimut di atas kasur terlipat sangat rapi, seolah tidak pernah disentuh sama sekali.

Indi...

Masuk dan lanjutkan membaca