Bab [96] Akhirnya Hancur

Angin Topan membisu, lidahnya kelu seolah ada tangan tak kasat mata yang mencengkeram tengkuk nasibnya.

Sebuah suara dingin terdengar dari belakangnya.

"Lebih baik kau fokus menonton pertandingannya."

Angin Topan menempelkan wajahnya pada kaca pelindung, menatap nanar ke arena. Sekuat apa pun rob...

Masuk dan lanjutkan membaca