Bab 228 - Kejutan Berbahaya

Jantung Camila seperti berhenti sedetik.

Bisikan itu masih menggantung di udara, lembut dan hangat, menyentuh kulitnya seperti rahasia.

“Kamu.”

Sejenak, dia yakin tadi cuma halusinasi.

“Apa… apa yang barusan Anda bilang?” gagapnya, suaranya bergetar meski dia berusaha terdengar tenang. Matanya m...

Masuk dan lanjutkan membaca