Bab 23: Pria dalam Bayangan

Udara berubah tajam seperti baja.

Para preman membeku, jari-jari mereka berkedut dekat pelatuk, mata mereka melirik gugup. Suara dalam dan tegas yang memotong malam seolah membawa kematian itu sendiri.

Salah satu dari mereka, yang terbesar dan paling kejam—jelas pemimpin mereka—terbangun dari kete...

Masuk dan lanjutkan membaca