Bab 43: Pagi yang Terbakar

Keesokan paginya, Mila terbangun dengan sensasi seolah tiap jengkal tubuhnya baru saja disulut api—api yang justru terasa nikmat. Otot-ototnya pegal, bukan pegal yang menyiksa, melainkan pegal manis yang menempel lama, seperti jejak yang mengingatkan apa yang terjadi semalam.

Tubuhnya yang lelah in...

Masuk dan lanjutkan membaca