Bab 25

"Aku kangen kamu, Sayang," katanya. Sebenarnya, aku juga kangen dia. Dia merapatkan pelukannya di pinggangku.

"Kamu masak makan malam juga buat aku?" tanyanya.

"Kalau kamu mau," jawabku sambil mengaduk saus.

"Itu tadi pertemuan bisnis; dia seorang investor," katanya, dan aku tahu dia sedang membi...

Masuk dan lanjutkan membaca