Bab 78

Dorian

Ya, dia bakal jadi biang kerok. Aku harus beres-beres.

Aku melangkah ke lantai atas menuju ruang kerjaku. Begitu pintu kubuka, Emeda sudah duduk santai di kursiku, seolah itu miliknya. Saat melihatku, dia menyeringai. Aku membalas dengan senyum tipis.

Aku mendekat, mencengkeram lehernya, m...

Masuk dan lanjutkan membaca