Bab 738 Kemarahan

Tak lama kemudian, atasan Lusi, Pak Kenan, datang tergesa-gesa.

Wajahnya merah padam menahan amarah saat menatap Lusi. "Jelaskan padaku, kenapa bisa ada insiden tembak teman sendiri?"

Semua orang terdiam. Suasana mendadak hening dan mencekam.

"Apa? Kalian semua cuma mau diam saja seperti patung?...

Masuk dan lanjutkan membaca