Bab 200: Itu Satu Perjalanan yang Tenang

Begitu mobil limusin kami meluncur meninggalkan area parkir gereja, Celia sudah kupeluk rapat di sisi tubuhku, pas di bawah lenganku, sementara tangannya yang dibalut tetap ia dekap di dada. Tak ada yang merasa perlu bicara banyak saat kami langsung menuju bandara.

Sepi sekali perjalanan ini, pikir...

Masuk dan lanjutkan membaca