Bab 225: Air Mata Bebas

Kepala saya langsung berputar ketika mendengar nama saya dipanggil dengan nada yang sangat familiar. Di tengah jalan setapak, berdiri seorang pria yang selalu menunjukkan perhatian kepada saya. Itu adalah Amir.

"Apa kabar?" tanyanya kali ini sambil perlahan mendekati saya yang masih duduk di meja.

...

Masuk dan lanjutkan membaca