Bab 178

Kedai yang biasanya tenang itu mendadak riuh rendah, persis seperti kicauan burung gereja di luar sana.

Setelah pesta semalam usai, sekelompok anak-anak konglomerat itu menatap kepergian Amel, siluetnya menyatu sempurna dengan matahari terbenam. Entah kenapa, ada sebersit rasa iri di hati mereka.

...

Masuk dan lanjutkan membaca