Bab 24

Amel duduk di dekat jendela besar, jari-jarinya mengusap lembut liontin kalungnya—jangkar ketenangan yang tak bersuara.

Lama kelamaan, satu-satunya suara di ruangan itu hanyalah gesekan berirama dari penanya di atas kertas saat ia menuangkan komposisi nadanya.

Ia berhenti sejenak, memejamkan mata...

Masuk dan lanjutkan membaca