Bab 226

Alya

Sinar matahari sore menembus jendela kantorku, membuatku menyipitkan mata ke layar komputer. Aku memijat pelipisku, mencoba fokus sekali lagi pada presentasi Hotel Permata sebelum kunjungan lokasi kami.

"Bu Alya?" Bima menjulurkan kepalanya dari pintu. "Sudah siap berangkat?"

Aku melirik...

Masuk dan lanjutkan membaca