Bab 282

Aku tetap diam, membiarkan keheningan menyelimuti kami berdua. Ibu jarinya membelai pinggulku dengan gerakan melingkar yang pelan, dan aku memusatkan perhatian pada sentuhan itu alih-alih pada perasaan kalut yang berkecamuk di dadaku.

"Airnya mulai dingin," kataku pada akhirnya.

"Mm. Ayo keluar."...

Masuk dan lanjutkan membaca