Bab 298

Alya

Saat tautan bibir kami terlepas, napas kami berdua memburu.

"Aku harus lanjut kerja," ucapku, meski tubuhku enggan beranjak.

"Kamu harus makan. Terus tidur." Tangan Rangga mengusap lembut punggungku. "Proyek Cipta Karya bisa nunggu sampai besok."

"Waktuku nggak banyak, Ngga. Rapatnya h...

Masuk dan lanjutkan membaca