Seratus Lima Belas

Cahaya bulan membasahi teras batu dengan warna perak. Aku berdiri tanpa alas kaki di atas ubin marmer yang dingin, jubah sutra menempel lembut pada kulit basahku. Mandi tadi tidak banyak membantu meredakan simpul ketat di dadaku, dan tidur, seperti biasa, terasa seperti orang asing yang tak bisa kuu...

Masuk dan lanjutkan membaca