Seratus dua puluh

Cahaya pagi menyelinap melalui tirai krem pucat, lembut dan tenang seolah langit pun mencerminkan suasana hatiku. Udara dingin menyelimuti meski musim panas telah tiba, merayap melalui ventilasi kamar tamu kecilku dan menyentuh kulitku seperti jari-jari dingin. Tapi tadi malam adalah salah satu mome...

Masuk dan lanjutkan membaca