Seratus Empat Puluh Tujuh

Aku bangun lebih siang dari biasanya. Cahaya pagi menyusup lembut melalui tirai tipis, memberikan sinar lembut di seluruh ruangan. Aku duduk perlahan, meregangkan tubuh, masih mengantuk. Mataku tertuju pada pinggir tempat tidur—dan aku membeku.

Ada sebuah kotak.

Hitam matte, diikat dengan pita satin...

Masuk dan lanjutkan membaca