Seratus lima puluh tiga

Kemeja linen itu menggantung di tubuhku, seolah memang tak pernah ditakdirkan dipakai dengan benar. Salah satu kancingnya meleset, membuat ujung bawahnya jatuh lebih panjang di satu sisi, bergoyang pelan menyentuh pahaku setiap kali aku melangkah. Aromanya samar-samar seperti dia—jeruk, dan sesuatu ...

Masuk dan lanjutkan membaca