Sembilan belas

Kepalaku berdenyut sakit saat perlahan membuka mata. Tirai sutra tebal menyaring sinar matahari pagi, memancarkan garis-garis keemasan di seluruh ruangan yang mewah. Kamar utama ini sangat besar—tiga kali ukuran ruang tamu kakekku di rumah.

Tubuhku terasa kaku, gaun pengantin yang kusut tidak nyama...

Masuk dan lanjutkan membaca