Dua puluh satu

Aku menyelesaikan suapan terakhir makananku dalam diam, setiap kunyahan semakin sulit, tenggorokanku terasa penuh dengan rasa malu dan kesedihan yang tak terungkap. Dapur kini hening, suara piring beradu dan gosip para pembantu mereda menjadi keheningan yang tegang. Namun, rasa malu itu tetap mengga...

Masuk dan lanjutkan membaca