Dua ratus dua puluh sembilan

POV Ella

Udara di aula penjurian terasa menyesakkan. Deretan lampu sorot yang terang menyinari dari langit-langit, memperlihatkan setiap kekurangan, setiap gerakan gugup tanganku, setiap napas yang terlalu cepat. Aku duduk di ujung kursi, buku sketsaku kugenggam erat di pangkuan seperti perisai. Pa...

Masuk dan lanjutkan membaca