Dua Ratus Empat Puluh Delapan

Aku duduk bersandar pada bantal putih yang kaku, bau antiseptik rumah sakit terasa tebal di udara, tubuhku sakit seolah-olah telah hancur dari dalam. Setiap napas terasa berat, menyeret melalui dadaku seperti menarik batu. Aku terus menatap langit-langit, dengungan mesin yang samar menjadi satu-satu...

Masuk dan lanjutkan membaca