Dua Ratus Lima Puluh Lima

Cahaya fajar pertama menyelinap melalui tirai tipis, lembut dan keemasan, hangat di wajahku. Sesaat, aku tidak ingin membuka mata. Tubuhku terasa berat tetapi terbungkus hangat, dan aku bisa merasakan irama yang stabil dari sesuatu—atau lebih tepatnya, seseorang—di bawahku. Itu adalah naik turunnya ...

Masuk dan lanjutkan membaca