Dua puluh enam

Aku tidak menyadari kapan tidur mulai merayapiku. Satu saat aku memeluk surat itu erat-erat di dadaku, tenggelam dalam kenangan, dan berikutnya, aku membuka mata dengan cahaya keemasan membanjiri ruangan. Sinar matahari rendah di langit, memancarkan bayangan panjang di dinding dan menyusup melalui t...

Masuk dan lanjutkan membaca