Dua Ratus Delapan Puluh

Makan malam malam itu seharusnya biasa saja. Meja panjang dari kayu mahoni tertata sempurna, peralatan makan perak berkilauan di bawah cahaya lampu gantung. Piring beradu pelan saat para pembantu rumah tangga bergerak tanpa suara, menyajikan hidangan. Tapi tidak ada kedamaian di ruangan itu. Aku bis...

Masuk dan lanjutkan membaca