Tiga ratus dua puluh tujuh

Apartemen itu sunyi kecuali suara lembut pensilku yang menggores kertas. Aku telah menyebarkan sketsa-sketsaku di atas meja gambar besar, desain-desain yang mulai terbentuk di depanku, dunia gaun yang hanya ada dalam imajinasi sampai tanganku menghidupkannya. Saat itu sudah sore, matahari menyaring ...

Masuk dan lanjutkan membaca