Tiga Ratus Empat Puluh Delapan

Pagi itu apartemen begitu sunyi, lebih dari biasanya. Cecilia sedang tidur siang, napasnya yang lembut nyaris tak bersuara. Aku keluar dari kamarku setelah tidur yang tak nyenyak, kelelahan masih terasa berat di pundakku. Aroma kopi membawaku menuju ruang tamu, di mana aku menemukan Jean Luc duduk b...

Masuk dan lanjutkan membaca