Tiga Ratus Enam Puluh Enam

Kami akhirnya kembali ke Paris setelah hiruk-pikuk Milan. Kota ini terasa akrab namun entah bagaimana terasa jauh, seolah-olah ia terus berjalan sesuai iramanya sendiri sementara aku terhanyut dalam gemerlap lampu catwalk, tepuk tangan, dan kekacauan emosiku. Villa terasa lebih tenang sekarang, mene...

Masuk dan lanjutkan membaca