Tiga Ratus Delapan Puluh Tujuh

Malam itu, setelah pemakaman, setelah sunyi berat yang menindih taman-taman, aku kembali ke hotel dengan Cecilia tertidur di pelukanku. Sepanjang perjalanan, kepalanya bersandar di bahuku, napas kecilnya teratur dan tenang, sementara pikiranku justru berputar tanpa ampun.

Suara James, mata James, d...

Masuk dan lanjutkan membaca