Empat puluh

Hangat.

Bukan, bukan hangat—suara.

Rendah, bertumpuk, tegang. Suara itulah yang pertama membangunkanku, bukan cahaya atau gerak. Kepalaku berdenyut tumpul seolah ada orang yang menghantam bagian dalam tengkorakku semalaman. Aku mengedip pelan, napasku pendek-pendek, berusaha memahami aku ada di ma...

Masuk dan lanjutkan membaca