Enam Puluh Delapan

Angin malam yang lembut menyentuh kulitku saat aku melangkah ke balkon, cahaya dari lentera memancarkan kilau keemasan di atas meja yang telah ditata dengan rapi. Aku menghabiskan sore hari melakukan sesuatu yang sudah lama tidak kulakukan—memasak. Bukan untuk pamer. Bukan karena kewajiban. Hanya un...

Masuk dan lanjutkan membaca