Tujuh puluh sembilan

Aku tidak bermaksud tertidur.

Aku hanya ingin beristirahat—sebentar saja. Lampu taman sudah mati saat itu, tapi sinar bulan menembus panel kaca, memancarkan cahaya perak panjang di atas lantai marmer. Aku baru saja selesai membersihkan meja terakhir, jari-jariku sakit karena berjam-jam menggosok nod...

Masuk dan lanjutkan membaca