Bab 147: Kebenaran atau Berani

Ruangan mendadak senyap ketika semua orang menoleh menatap Alya dengan tatapan penuh harap. Mereka menunggu, cemas, jawaban darinya.

Namun detik berikutnya, Alya justru meraih gelas wine-nya, tersenyum, lalu menenggaknya habis dalam sekali teguk. “Gue minum aja, ya.”

Serempak terdengar helaan napa...

Masuk dan lanjutkan membaca