Bab [11] Ingat Identitasmu

Setelah "badai" itu reda, aku meringkuk di dalam selimut, wajahku memerah karena malu.

Dia menangkup wajahku dengan kedua tangannya. Saat mata kami bertemu, untuk sesaat, aku merasa percaya lagi pada cinta.

"Sayang, kamu cinta nggak sama aku?" Aku tak bisa menahan diri untuk menanyakan pertanyaan...

Masuk dan lanjutkan membaca