Bab [39] Clara Keluar

Malam sepekat tinta, bulan sabit menggantung tinggi di cakrawala, menebarkan cahaya redup yang dingin.

Angin berembus pelan membawa hawa sejuk. Rizky Liem menekan topinya lebih rendah, lalu melangkah masuk ke sebuah halaman rumah yang asri.

"Kamu benar. Aku sudah interogasi Wahyu Gunawan, dan mema...

Masuk dan lanjutkan membaca