Bab [41] Mimpi·Ruang Bawah Tanah

Dalam kehampaan mimpi yang tak berbatas, seolah ada tangan tak kasat mata yang menuntunku, membawaku kembali ke masa empat tahun lalu, saat aku dan Hakim Herman baru saja menikah.

Kala itu, cintaku pada Hakim Herman membara laksana api, begitu murni dan membakar. Dia adalah bintang paling gemerlap ...

Masuk dan lanjutkan membaca