Bab [44] Gelombang Cinta

Mataku kembali basah, emosi di dalam dada bergemuruh laksana ombak. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak melirik Hakim Herman, berharap menemukan secercah penghiburan dari tatapannya. Namun, matanya kosong tanpa ekspresi, seolah sedang membicarakan hal yang sama sekali tak ada sangkut pautnya deng...

Masuk dan lanjutkan membaca