Bab [45]

"Maaf, mengganggu kalian berdua." Rizky Liem menatapku dengan sorot mata yang rumit, lalu mengangguk sekilas sebelum berbalik hendak pergi.

"Berhenti!" bentak Hakim Herman dengan suara keras.

Rizky Liem memutar tubuhnya kembali, memasang senyum profesionalnya pada Hakim Herman. "Apa ada hal lai...

Masuk dan lanjutkan membaca