Bab [95] Mungkin, Ini Adalah Takdir yang Diatur

Seluruh vila terasa sunyi senyap. Aku mendorong pintu gerbang perlahan, engselnya mengeluarkan derit pelan. Mendengar suara itu, Bi Inah bergegas keluar dari ruang tamu. Benar saja, hanya dia yang ada di rumah.

Melihatku pulang, wajah Bi Inah langsung merekah dengan senyum bahagia, matanya berbinar...

Masuk dan lanjutkan membaca