Bab 101: Asher

Hal terakhir yang kuingat adalah menatap lantai.

Linoleum berbintik yang kosong. Sebuah tambalan kusam di dekat papan alas. Bayangan lututku sendiri yang bergerak-gerak. Aku terus memperhatikannya seolah ritmenya bisa menghipnotisku agar tidak merasakan apa-apa.

Sekarang, ada tangan di pundakku. L...

Masuk dan lanjutkan membaca