Bab 149: Penny

Dunia seakan bergerak lambat, suara sorak-sorai dan tepuk tangan memecah udara dingin.

Asher berdiri di sana, bahunya terangkat, dadanya naik turun dengan setiap napas terengah-engah, tinjunya masih terkepal di sisinya. Salju menempel di jaketnya, celananya, rambutnya.

Dan darah.

Darah menetes da...

Masuk dan lanjutkan membaca