Bab 16: Asher

Setir berdecit di bawah genggamanku saat aku membelok lagi dengan pelan, mataku menyapu trotoar yang makin gelap, simpul dingin amarah mengencang lebih dalam di perut.

Ini konyol.

Ini sudah kelewat konyol.

Aku nggak seharusnya ada di sini, buang malamku keliling di jalanan setengah mati, nyari se...

Masuk dan lanjutkan membaca