Bab 229: Uang

Aku terbangun dalam keheningan.

Sesaat, aku lupa di mana aku berada. Langit-langit yang asing, cara sinar matahari menyelinap di sekitar tirai dalam garis-garis abu-abu lembut. Lalu itu menghantamku seperti batu bata ke dada.

Ranjang Boomer.

Bukan Asher.

Rasa sakit di tulang rusukku bukan karena...

Masuk dan lanjutkan membaca