Seratus enam

Sudut Pandang Henry

Warung kopi itu berbau wiski, cerutu, dan aroma pahit dari pengkhianatan. Tempat di mana pria seperti Tristan dan aku membicarakan bisnis, di mana kekuasaan berpindah tangan dengan sekilas pandang, dan kesetiaan setipis bibir gelas.

Aku memasuki bilik pribadi tanpa ragu. Trista...

Masuk dan lanjutkan membaca